🔥 Terkini Berita Utama Nasional Teknologi Ekonomi Hiburan Olahraga Info Loker Otomotif Tips dan Trik Pertanian Sumatera Selatan Internasional
Kategori Berita 12 Kategori

© 2026 Kabar AI. Portal Berita Cerdas Terkini.

Ekonomi

Terungkap! Ini Alasan Industri Tekstil RI Kalah dari Vietnam & Kamboja

Friday, 25 September 2026 - 17:01 Oleh: Kabar AI 48 x dibaca 2 mnt baca
Audio Berita AI

Terungkap! Ini Alasan Industri Tekstil RI Kalah dari Vietnam & Kamboja
💡

Intisari Berita (AI Summary)

Poin Kunci
  • Apindo menyebut industri tekstil Indonesia kalah bersaing dibanding Vietnam dan Kamboja dalam hal efisiensi dan ekspansi pasar ekspor.
  • Tingginya biaya operasional, mesin produksi yang belum termodernisasi, serta hambatan regulasi menjadi pemicu utama merosotnya daya saing TPT nasional.
  • Pelemahan sektor tekstil berdampak langsung pada ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) serta penurunan kontribusi ekspor manufaktur.
  • Pengusaha mendesak pemerintah memberikan insentif tarif energi dan reformasi regulasi impor bahan baku demi memulihkan industri lokal.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) blak-blakan mengungkap fakta pahit mengenai keterpurukan daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Sektor manufaktur andalan Indonesia ini dinilai kian mengkhawatirkan karena telah tersalip jauh oleh negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, seperti Vietnam dan Kamboja, baik dalam segi efisiensi produksi maupun penetrasi pasar ekspor global.

Organisasi pengusaha tersebut menegaskan bahwa terdapat sejumlah faktor utama yang memicu merosotnya performa tekstil dalam negeri. Tingginya biaya operasional, beban regulasi impor bahan baku yang rumit, hingga belum optimalnya efisiensi tarif energi membuat produk tekstil buatan Indonesia sulit bersaing secara harga. Di sisi lain, negara pesaing seperti Vietnam dan Kamboja berhasil memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas (FTA) secara agresif serta menawarkan kepastian hukum yang memikat investor global.

Iklan / Sponsor

Selain kendala tarif dan regulasi, krisis daya saing ini juga dipicu oleh belum masifnya modernisasi mesin dan teknologi produksi di industri TPT domestik. Sebagian besar pabrik di Tanah Air masih mengandalkan fasilitas produksi tua dengan konsumsi energi tinggi, sementara para pesaing di kawasan regional terus melakukan efisiensi sistemik berbasis digitalisasi untuk memangkas biaya operasional.

Kondisi ini memberikan dampak domino yang cukup berat bagi perekonomian nasional, mulai dari maraknya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai pusat industri hingga menurunnya nilai ekspor manufaktur. Banyak pelaku usaha lokal yang akhirnya terpaksa memangkas kapasitas produksi demi menekan kerugian yang berlanjut.

Guna menyelamatkan industri TPT nasional dari kemunduran yang lebih dalam, Apindo mendesak pemerintah untuk segera merumuskan regulasi yang pro-industri. Langkah strategis seperti pemberian insentif energi, kemudahan akses bahan baku, serta harmonisasi tarif dinilai menjadi kunci mutlak agar tekstil Indonesia mampu bangkit dan merebut kembali porsi pasar internasional.

🛍️

Rekomendasi Pilihan Pembaca

Penawaran Spesial Terkait Topik Ini
Shopee

Bagaimana Tanggapan Anda?

Pilih reaksi Anda untuk memberikan umpan balik pada artikel ini.

Bagikan Informasi Ini:
Bagikan ke WhatsApp
Tautan artikel berhasil disalin! 📋

Artikel ini digenerate secara otomatis oleh AI dan dipublikasikan pada 25 Sep 2026 17:01.

Lihat Sumber Asli

Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

💬 Share WA
Newsletter

Dapatkan Update Terkini

Berlangganan newsletter kami dan jadilah yang pertama menerima ringkasan berita pilihan.

Kami menjaga privasi Anda. Bebas spam.

K

Pasang Aplikasi Kabar AI

Akses berita terkini lebih cepat langsung dari layar HP Anda.