Prabowo Resmi Rencanakan Gratis Sekolah SD hingga Perguruan Tinggi: Detail Anggaran
Intisari Berita (AI Summary)
Poin Kunci- Prabowo mengumumkan rencana anggaran Rp 12 triliun per tahun untuk gratis pendidikan negeri SD hingga perguruan tinggi.
- Rencana didukung oleh data peningkatan partisipasi belajar dan proyeksi produktivitas ekonomi jangka panjang.
- Pemerintah akan alokasikan dana melalui kementerian pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dengan pengawasan BPKP.
- Implementasi penuh targetnya pada tahun 2028 dengan evaluasi mulai kuartal kedua 2027.
Presiden Prabowo Subianto hari ini mengumumkan rencana anggaran untuk menggratiskan biaya pendidikan negeri mulai Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi, menandai langkah baru dalam kebijakan pendidikan nasional. Rencana ini diumumkan dalam sidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dihadiri oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan menargetkan peningkatan akses pendidikan bagi 5,2 juta siswa di seluruh Indonesia.
Latar belakang kebijakan ini muncul dari kebutuhan untuk menurunkan beban biaya pendidikan bagi keluarga berpenghasilan rendah, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dapat bersaing di era global. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan bahwa rencana ini didukung oleh data peningkatan angka partisipasi belajar yang masih di bawah target nasional, serta proyeksi peningkatan produktivitas ekonomi jangka panjang.
Menurut rincian anggaran, pemerintah akan alokasikan sekitar Rp 12 triliun per tahun untuk program ini, yang mencakup biaya kuliah, buku, transportasi, dan fasilitas belajar. Anggaran ini akan dibagi antara kementerian pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, dengan mekanisme pengawasan ketat melalui Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Perbandingan dengan anggaran pendidikan tahun 2025 menunjukkan kenaikan 35%, menandai komitmen serius pemerintah untuk memperluas akses.
Dampak dari kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi tingkat putus sekolah, memperbaiki kualitas pendidikan, serta menurunkan ketimpangan ekonomi antarwilayah. Selain itu, pemerintah menargetkan peningkatan 10% pada tingkat lulus perguruan tinggi negeri, yang akan memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.
Langkah selanjutnya adalah penyusunan regulasi detail dan mekanisme pelaksanaan di setiap provinsi. Menteri Keuangan mengumumkan bahwa proses evaluasi akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2027, dengan target implementasi penuh pada tahun 2028. Pemerintah juga mengajak sektor swasta dan lembaga donor untuk turut berkontribusi dalam pelaksanaan program ini.
Rekomendasi Pilihan Pembaca
Penawaran Spesial Terkait Topik IniBELI 1 DAPAT 4 PARFUM MR.CRASH (PAKET HEMAT 4PCS FREEBOX) WANGI TAHAN LAMA PARFUM PRIA MASKULIN
Bagaimana Tanggapan Anda?
Pilih reaksi Anda untuk memberikan umpan balik pada artikel ini.
Artikel ini digenerate secara otomatis oleh AI dan dipublikasikan pada 25 Sep 2026 08:31.
Lihat Sumber AsliKomentar
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!