UB Resmi Pusat Forum Teknologi Pertanian Digital: Solusi Berkelanjutan
Intisari Berita (AI Summary)
Poin Kunci- Universitas Brawijaya (UB) resmi menggelar Forum Teknologi Pertanian Digital Indonesia (FTPD‑Indo) pada 12‑14 April 2024 di Gedung A Universitas Brawijaya, Malang.
- Forum ini bertujuan memfasilitasi kolaborasi antara akademisi, pelaku pertanian, dan perusahaan teknologi untuk mengembangkan solusi digital yang mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
- Kondisi iklim yang semakin tidak menentu, kenaikan harga input, dan tekanan pasar global menuntut petani mengadopsi teknologi canggih.
Universitas Brawijaya (UB) resmi menggelar Forum Teknologi Pertanian Digital Indonesia (FTPD‑Indo) pada 12‑14 April 2024 di Gedung A Universitas Brawijaya, Malang. Forum ini bertujuan memfasilitasi kolaborasi antara akademisi, pelaku pertanian, dan perusahaan teknologi untuk mengembangkan solusi digital yang mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
Kondisi iklim yang semakin tidak menentu, kenaikan harga input, dan tekanan pasar global menuntut petani mengadopsi teknologi canggih. Menurut Rektor UB, Dr. H. Prasetya, “Pertanian digital bukan sekadar alat, melainkan strategi adaptasi yang esensial bagi ketahanan pangan.” Oleh karena itu, UB menempatkan forum ini sebagai platform inovasi yang menghubungkan riset dan praktik lapangan.
Forum berlangsung selama tiga hari dengan lebih dari 250 peserta, termasuk 30 startup agritech, 15 lembaga riset, dan 50 petani skala kecil. Agenda mencakup sesi presentasi, workshop hands‑on, dan pameran prototipe. Sesi ‘Smart Farming 4.0’ dipimpin oleh Prof. Budi Santosa, menampilkan sistem sensor tanah berbasis IoT yang dapat mengurangi penggunaan air hingga 30%.
Salah satu highlight adalah demonstrasi aplikasi ‘AgriAI’ yang memanfaatkan machine learning untuk memprediksi serangan hama sebelum terjadi. Selain itu, UB memperkenalkan ‘Green Ledger’, blockchain yang mencatat jejak karbon setiap produk, membantu petani memenuhi standar sertifikasi organik. Para peserta mengakui potensi teknologi ini untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
UB mengajak semua stakeholder untuk bergabung dalam ‘Roadmap Pertanian Digital 2025’ yang akan disusun setelah forum. Rencana ini meliputi pelatihan intensif, pendanaan riset, dan pembuatan infrastruktur data terpadu. Dengan dukungan teknologi, UB berharap dapat memperkuat ketahanan pangan Indonesia dan menegaskan posisi Malang sebagai hub agritech di Asia.
Rekomendasi Pilihan Pembaca
Penawaran Spesial Terkait Topik IniPROMO !!! Gorden smokring 12 ring Gorden Ruang Tamu Gorden Pintu Minimalis / GORDEN PINTU DAN JENDELA
Bagaimana Tanggapan Anda?
Pilih reaksi Anda untuk memberikan umpan balik pada artikel ini.
Artikel ini digenerate secara otomatis oleh AI dan dipublikasikan pada 21 Sep 2026 03:12.
Lihat Sumber AsliKomentar
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!